Selasa, 13 Maret 2012


SISTEM SUSPENSI AKTIF


16.1          Identifikasi Komponen Sistem Suspensi Aktif

Suspensi adalah sesuatu yang menghubungkan antara badan ken-daraan dengan roda. Kenyamanan kendaraan sangat erat hubungannya dengan sistem suspensi kendaraan.  Sistem suspensi kendaraan harus mampu mengisolasi atau mengurangi getaran yang terjadi pada body kendaraan akibat ketidakrataan dari permukaan jalan. Secara umum fungsi dari suspensi adalah sebagai berikut :
- Bersama dengan ban, menyerap dan mengurangi bermacam-macam getaran, ayunan, dan guncangan yang diterima oleh kendaraan karena ketidak teraturan pada permukaan jalan, untuk melindungi penumpang dan barang, dan menambah kestabilan pengemudian.
- Mengirimkan tenaga-tenaga driving dan pengereman, yang dihasilkan akibat friksi antara permukaan jalan dan roda, dengan casis dan badan kendaraan.
- Mendukung badan kendaraan pada porosnya dan menjaga hubungan geometris yang benar antara badan kendaraan dan roda.

Gambar 16.1  Fungsi dari suspensi
16.2  Komponen Suspensi
Suspensi memiliki komponen utama antara lain :

16.2.1  Pegas,
 Pegas berfungsi menetralkan goncangan dari permukaan jalan.

Gambar 16. 2  Pegas

16.2.2  Dampers

Dampers berfungsi  untuk menambah kenyaman  berkendara dengan membatasi ayunan bebas dari pegas
damper with controllable orifice
Gambar 16.3  Dampers












16.2.3  Stabilizer

Stabilizer berfungsi mencegah kendaraan mengayun ke samping.

Gambar 16.4  Stabilizer

16.2.4    Sambungan

Sambungan bekerja untuk menahan komponen-komponen diatas pada tempatnya dan mengontrol gerakan longitudinal dan lateral roda-roda.


Gambar 16.5 Komponen Suspensi

Dengan adanya perkembangan teknologi di bidang komputer, elektronik, hidrolik dan teknik control permasalahan kenyamanan berkendara  dapat  diatasi dengan hadirnya teknologi  baru pada dunia otomotif, yaitu sistem suspensi aktif. Suspensi aktif adalah suatu sistem suspensi yang menggunakan microkontrol dan sensor dengan feedback loop untuk meningkatkan perfomen suspensi yang optimal. Secara prinsip komponen-kompenen hampir sama dengan suspensi biasa, hanya saja ada beberapa komponen yang dikontrol secara elektronik sehingga ada beberapa komponen tambahan, antara lain :
- Sensor, berbagai macam sensor dipasang pada kendaraan untuk mengetahui kondisi kendaraan dan aktivitas pengemudi.
- ECU (Electronic Control Unit), semua sinyal dari sensor akan dibaca oleh ECU dan dengan bantuan memori yang sudah diprogram , sinyal yang masuk akan diolah untuk menentukan tingkat suspensi sesuai kebutuhan.
- Actuator, perintah dari ECU akan dirubah menjadi sinyal elektrik dan langsung diteruskan ke berbagai aktuator untuk mengontrol sistem suspensi.

active suspension


Gambar 16.6 Skema kerja suspensi aktive




Prinsip kerja suspensi aktif :




active suspension

Gambar 16.7   Prinsip kerja Fully Aktive Suspensions







Gambar diatas merupakan layout prinsip kerja dari Fully Slow Aktive Suspensions. Tenaga disuplai dari pompa yang digerakkan oleh engine. Minyak dari pompa diteruskan ke unit pertama dari Fail Safe Valve. Unit ini mempunyai dua fungsi, yaitu pertama mematikan sistem pada saat emergency sehingga suspensi menjadi passive  dan yang kedua mengatur suplai tekanan. Ketika suspensi aktif tidak bekerja maka unit Fail Safe Valve mengurangi.

16.3    Diagnosa Kerusakan Suspensi Aktif

Diagnosa adalah usaha untuk mencari penyebab kerusakan atau ketidaknormalan suatu system . Pada suspensi aktif yang dikontrol komputer, diagnosa dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang namanya Scanner. Layaknya seperti mendiagnosa kerusakan pada system-sistem lain yang ada pada kendaraan, maka ada persyaratan mendiagnosa menggunakan scanner, antara lain :
-  Tegangan Baterai kendaraan 11 s/d 14 V,
- Matikan semua alat elektronik misal AC, Lampu kepala, Audio dll.
-  Katup gas pastikan pada posisi tertutup.
Putaran engine idel
- Temperatur engine pada temperatur kerja
Langkah-langkah mendiagnosa menggunakan scanner :
a. Siapkan alat scanner
b. Cari lokasi Data Link Conector (DLC)
Gambar 16.8  Lokasi DLC
c. Hubungkan kabel antara DLC dengan alat scanner.
Gambar 16.9   Hubungan kabel antara alat dengan kendaraan

d.        Hidupkan mesin kendaraan
e.        Nyalakan alat scanner
Secara umum nanti akan keluar logo dari merk masing-masing scanner.
f.                    Setelah keluar logo ikuti langkah-langkah sesuai yang diperintahkan scanner. Masing-masing alat pengoperasianya berbeda-beda tergantung merk. Namun secara prinsip penggunaanya sama. Biasanya diawali dengan pemilihan data dari kendaraan yang mau didiagnosa, seperti Asal Negara pembuat kendaraan, Merk kendaraan, tahun pembuatan, dll.
g.        Langkah berikutnya adalah pemilihan system yang mau didiagnosa, seperti ABS, Engine, Transmisi. (Tidak semua system pada mobil dapat didiagnosa pakai scanner, tergantung softwarenya). Untuk mendiagnosa system suspensi pilih suspensi jika software dilengkapi.
h.        Langkah terakhir adalah memilih/menekan DTC (Data Trouble Code). Dari sinilah kendaraan dapat didiagnosa apakah ada kerusakan atau tidak.

 










Gambar 16.10    Data Trouble Code

16.4    Perbaikan Sistem Suspensi Aktif

Setelah diketahui kerusakan yang ada pada kendaraan maka langkah selanjutnya adalah mengadakan perbaikan. Perbaikan yang dimaksud biasanya pengantian komponen yang rusak atau servise komponen yang dimungkinkan untuk diservis. Secara umum sensor yang bersifat elektrik biasanya harus diganti kalau rusak.Untuk proses pengantian atau perbaikan sebaiknya mengikuti prosedur yang ada pada buku manualnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar